Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Siswa Kelas IX di SMNPN 10 Kota Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.54923/serambi.v3i2.48Keywords:
deep learning, pembelajaran bahasa Inggris, motivasi belajar, penguasaan kosakata, keterampilan berbahasaAbstract
Artikel pengabdian kepada masyarakat ini membahas penerapan model Deep Learning dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa kelas IX di SMPN 10 Kota Gorontalo. Berdasarkan analisis situasi, kemampuan bahasa Inggris siswa masih relatif sama dengan kemampuan siswa sekolah menengah pertama pada umumnya di Indonesia. Siswa menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan penguasaan kosakata, kurangnya kepercayaan diri dalam berbicara karena takut melakukan kesalahan, serta rendahnya minat belajar bahasa Inggris. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pendekatan Deep Learning diterapkan dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kompetensi bahasa Inggris dan motivasi belajar siswa. Pendekatan ini menekankan partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, pengalaman belajar yang bermakna, kolaborasi, berpikir kritis, serta kegiatan pembelajaran yang interaktif. Penerapan model Deep Learning menunjukkan hasil yang positif terhadap antusiasme dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih percaya diri dalam mempraktikkan bahasa Inggris, lebih aktif dalam diskusi kelas, serta lebih termotivasi untuk mempelajari kosakata dan keterampilan berbicara. Hasil belajar siswa juga menunjukkan capaian yang memuaskan. Dari 27 siswa yang mengikuti evaluasi, sebanyak 6 siswa (22,22%) memperoleh kategori sangat baik dengan nilai antara 85%–100%, sedangkan 21 siswa (77,78%) memperoleh kategori baik dengan nilai antara 75%–84%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning merupakan model pembelajaran yang efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris, meningkatkan keterlibatan dan pencapaian siswa, serta meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris dan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menonton/memirsa, dan menulis melalui pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual.



