Naraya: Inovasi Media Pembelajaran Interaktif untuk Pelestarian Istilah Kemaritiman Berbahasa Gorontalo di Kawasan Pesisir Teluk Tomini

Authors

  • Rahmat Pakaya Ikatan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo
  • Abdurahman Iloha Ikatan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo
  • Andriyanto Mustapa Ikatan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo
  • Mita Rosiana Safitri Ikatan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo
  • Mohamad Rizky Tahir M. Ahmad Ikatan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo
  • Sofya Salzabilah Hasiru Ikatan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.54923/serambi.v3i2.50

Keywords:

pelestarian bahasa daerah, bahasa Gorontalo, istilah kemaritiman, media pembelajaran interaktif, Teluk Tomini

Abstract

Kearifan lokal berbasis maritim merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Gorontalo yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Namun, kurangnya pengenalan istilah kemaritiman berbahasa Gorontalo di kalangan anak-anak menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Program Krida Naraya dikembangkan sebagai upaya pelestarian bahasa daerah melalui edukasi istilah kemaritiman dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, dengan sasaran siswa kelas IV. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu prapelaksanaan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan. Media yang digunakan meliputi buku sembul (pop-up book) dan situs web interaktif yang memuat tiga gim edukatif. Pembelajaran juga dipadukan dengan pengamatan langsung terhadap lingkungan pesisir dan pengenalan budaya maritim melalui lagu daerah Gorontalo Biteya. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, serta pengamatan terhadap keterlibatan siswa selama kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 21 dari 23 siswa (91,30%) mengalami peningkatan skor setelah mengikuti program, melampaui target keberhasilan sebesar 80%. Pengamatan selama kegiatan juga menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam menggunakan kedua media pembelajaran. Meskipun pelaksanaan menghadapi kendala jaringan internet dan keterbatasan pengukuran persepsi pengguna, program ini menunjukkan potensi sebagai model edukasi pelestarian bahasa daerah yang mengintegrasikan media konkret, digital, dan pengalaman kontekstual. Naraya diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai alternatif pembelajaran bahasa dan budaya maritim bagi generasi muda di kawasan pesisir Teluk Tomini.

Downloads

Published

2026-11-04

How to Cite

Pakaya, R., Iloha, A., Mustapa, A., Safitri, M. R., Ahmad, M. R. T. M., & Hasiru, S. S. (2026). Naraya: Inovasi Media Pembelajaran Interaktif untuk Pelestarian Istilah Kemaritiman Berbahasa Gorontalo di Kawasan Pesisir Teluk Tomini. SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 89–104. https://doi.org/10.54923/serambi.v3i2.50